Bolehkan Berhubungan Seks saat Hamil?

(Hamilsiana). Bolehkah berhubungan seksual di saat hamil? Jika kondisi kehamilan Anda termasuk kehamilan yang sehat dan tidak berisiko tinggi, berhubungan seksual sah saja dilakukan. Berhubungan badan atau seks di saat hamil (dengan catatan kehamilan Anda berjalan normal, bukan kehamilan yang berisiko) tidak berbahaya bagi janin. Hal ini karena janin berada di dalam rahim yang penuh dengan cairan ketuban serta otot perut. Cairan ketuban dan otot perut yang kuat yang akan melindunginya dan goncangan dan himpitan. Selain itu, janin juga akan terlindung dari kuman atau infeksi karena terdapat lendir dan mulut rahim.
Seks saat Hamil
Seks saat Hamil
Lalu, bagaimanakah dengan yang disebut kehamilan berisiko tinggi? Kehamilan berisiko adalah kehamilan yang kondisinya bisa membahayakan janin dan ibunya, misalnya kehamilan setelah sebelumnya ibu memiliki riwayat keguguran, kehamilan dengan riwayat kelahiran prematur, kehamilan disertai perdarahan atau vlek dan kram, kehamilan dengan plasenta previa (plasenta letak rendah hingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir), pelebaran serviks, dan kehamilan dengan penyakit seksual menular. Jika Anda yang sedang mengalami kehamilan risiko tinggi biasanya dokter menyarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual pada masa kehamilan.

Apakah aktivitas berhubungan badan (seks) ketika hamil dapat menyebabkan keguguran pada janin? Banyak pasangan khawatir, hubungan seks saat hamil akan menyebabkan keguguran, terutama di trimester pertama. Sebenarnya Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Selama kondisi Anda baik menurut dokter, Anda boeh saja melakukan hubungan seks. Namun perlu diingat selama kehamilan masih pada trimester pertama, sebaiknya lakukan secara hati-hati. Hindari penetrasi terlalu kuat. Goncangan yang terlalu kuat memang berisiko mengakibatkan keguguran, terutama pada wanita yang memiliki riwayat keguguran. Untuk mengetahul kondisi Anda yang sebenarnya konsultasikan pada dokter.

Selama proses kehamilan masih dalam batas normal, Anda tetap dapat berhubungan seks sekehendak Anda dan pasangan. Namun demikian, perubahan hormonal pada trimester pertama kehamilan biasanya menyebabkan seorang wanita berkurang gairah seksnya. Memasuki trimester kedua kehamilan biasanya tubuh seorang wanita yang sedang hamil berada dalam kondisi yang cukup nyaman (morning sickness mulai menghilang dan perut belum terlalu besar) sehingga menyebabkan gairah seks bisa kembali meningkat. Selanjutnya pada trimester ketiga, biasanya gairah seks menurun kembali karena perut yang semakin membesar dan punggung terasa sakit serta pegal.

Sekian uraian tentang Bolehkan Berhubungan Seks saat Hamil?. Baca juga artikel kehamilan lainnya tentang Perubahan Tubuh (Fisik Emosi) selama Kehamilan, semoga bermanfaat. 

Perubahan Tubuh (Fisik Emosi) selama Kehamilan

(Hamilsiana). Kehamilan membawa berbagai perubahan baik perubahan fisik maupun emosi. Jangan kaget, ada baiknya Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Pada saat seperti ini, pikiran positif sangat penting. Tanamkanlah bahwa perubahan-perubahan fisik dan emosi yang terjadi akan berangsur hilang setelah Anda melahirkan. Lagi pula, semuanya mungkin akan segera Anda lupakan nanti, terhapus dengan kebahagiaan menimang buah hati Anda. Berikut ini kami informasikan pada Anda perubahan fisik dan perubahan emosi yang umum terjadi mengiringi proses kehamilan:
Perubahan Tubuh (Fisik Emosi) selama Kehamilan
Ilustrasi
Penggelapan Kulit

Selama kehamilan pada kulit daerah tertentu menjadi lebih gelap. Hal ini terjadi karena meningkatnya pigmentasi pada daerah tersebut. Biasanya penggelapan kulit terjadi di wajah dan leher. Terkadang, penggelapan kulit ini membuat kulit seperti penuh daki dan kotoran hingga membuat Anda risih. Tidak usah khawatir, setelah melahirkan, kulit akan berangsur-angsur kembali seperti semula.

Stretch Mark

Pada sebagian orang, kadang-kadang muncul garis-garis halus berwana putih kemerahan, kecoklatan, atau kehitaman pada paha, perut, dan payudara. Garis-garis itu biasa disebut Stretch Mark. Stretch Mark muncul karena kulit mengalami peregangan yang luar biasa selama peregangan yang luar biasa selama kehamilan. Kenaikan berat badan yang terlalu cepat dan membesarnya bagian tubuh tertentu secara tiba-tiba menyebabkan timbulnya guratan ini. Pada orang yang memiliki kulit lentur, Stretch Mark tidak muncul terlalu banyak. Namun, pada perempuan yang kulitnya kurang lentur atau belum pernah meregang sebesar waktu hamil, Stretch Mark bisa muncul lebih banyak. Apakah setelah melahirkan Stretch Mark dapat hilang? Tidak, Strecth mark akan terus membekas pada paha dan perut Anda meski warnanya akan memudar bertahun-tahun kemudian. Untuk mencegah timbulnya Stretch Mark gunakan lotion khusus untuk Stretch Mark yang aman bagi janin sejak mengetahui bahwa Anda hamil meskipun saat awal kehamilan Stretch Mark mungkin belum muncul. Gunakan lotion itu sampai menjelang kelahiran bayi Anda.

Kaki Membengkak

Ketika kehamilan sudah semakin membesar, menjelang trimester ketiga, kaki Anda mungkin akan membesar. Ini terjadi karena janin membesar mengakibatkan desakan pada rongga pinggul yang terdapat pembuluh darah arteri maupun pembuluh darah balik dan pembuluh limpa. Dengan demikian, aliran balik akan terbendung terutama pada saat posisi kaki tertekan dan menggantung, yaitu saat duduk dan berdiri terlalu lama.

Sembelit

Metabolisme tubuh ibu hamil memperlambat jalannya makanan di dalam saluran pencernaan. Hal ini terjadi karena adanya hormon kehamilan yang mengakibatkan peristaltik usus bergerak lebih lambat peristaltiknya. Oleh karenannya, ibu hamil umumnya mengalami sembelit. Apabila Anda terganggu dengan masalah sembelit ini, bicarakan dengan dokter. Kemungkinan dokter akan memberikan saran tentang jenis makanan yang berserat dan mudah dicerna, serta akan memberikan obat apabila dirasa perlu. Ini terjadi karena adanya hormon kehamilan yang mengakibatkan peristaltik usus bergerak lebih lambat peristaltiknya, Oleh karenannya, ibu hamil umumnya mengalami sembelit. Apabila Anda terganggu dengan masalah sembelit ini, bicarakan dengan dokter. Kemungkinan dokter akan memberikan saran tentang jenis makanan yang berserat dan mudah dicerna, serta akan memberikan obat apabila dirasa perlu.

Varises

Apa sih varises? Tidak lain adalah pembesaran pembuluh balik (vena) akibat kelainan katup dalam pembuluh vena. Pembuluh vena ini merupakan saluran darah dan anggota tubuh bagian bawah untuk kembali ke jantung. Pada wanita hamil, varises disebabkan perubahan hormon dan tekanan janin yang dikandung si ibu. Saat hamil, komposisi hormon tertentu berubah, misalnya hormon progesteron yang cenderung meningkat dibanding saat tidak hamil. Nah, perubahan ini membuat dinding pembuluh darah melunak. Akibatnya, pembuluh darah vena menjadi lebih gampang membengkak atau membesar. Tekanan dalam rongga panggul seiring membesarnya Janin berperan dalam menekan pembuluh darah vena si ibu. Tidak mengherankan kalau ibu hamil sering mengalami varises, baik di betis, tungkai atau paha, dan juga di vagina (vulva varices).

Kulit Lebih Berminyak, Berjerawat, atau Kering

Pada sebagian ibu hamil, kulit wajah mengalami perubahan menjadi lebih berminyak atau justru sebaliknya menjadi kering. Perubahan ini berhubungan dengan munculnya hormon selama kehamilan. Hal ini umumnya terjadi hanya pada masa kehamilan saja dan akan berangsur-angsur kembali seperti semula setelah melahirkan. Masing-masing orang akan mengalami keluhan yang berbeda. Ada yang merasa kulitnya semakin berminyak, ada yang mengeluhkan jerawat bermunculan, tetapi ada pula yang mengeluhkan kulitnya menjadi kering. Pastikan Anda gunakan pembersih yang tepat dan aman untuk kehamilan Anda. Jika kulit Anda berminyak gunakan kosmetik yang bebas minyak. Untuk kulit berjerawat bicarakan dengan dokter Anda kosmetik dan obat jerawat apa yang boleh digunakan dan tidak boleh digunakan. Adapun untuk kulit kering, gunakan pelembap untuk kulit kering dan banyak-banyaklah minum ai

Emosi NaikTurun

Selain perubahan fisik, hormone juga menyebabkan perubahan emosi yang luar biasa hebat. Bisa saja suatu kali Anda merasa bahagia tetapi tiba-tiba saja rasanya ingin menangis. Tidak ada yang salah dengan hal ini Emosi yang naik turun tak terkendali biasanya dirasakan pada awal kehamilan (trimester pertama) dan akhir kehamilan (trimester ketiga). Sementara pada trimester kedua umumnya adalah saat yang paling tenang dan nyaman karena tidak banyak keluhan yang muncul. Mengandung Si buah hati barangkali merupakan keajaiban yang terjadi dalam hidup setiap wanita. Saat itu juga akan terjadi perubahan yang sangat luar biasa, karenanya tidak mengherankan jika Anda merasakan berbagai perubahan emosi dalam diri.

Ukuran Perut dan Bentuk Tubuh

Meski sama-sama hamil, bentuk tubuh setiap ibu hamli bisa saja berbeda. Ada ibu hamil yang selama hamil perutnya saja yang membesar, tetapi pada bagian tubuh yang lainnya tetap langsing. Namun, ada pula yang seluruh tubuhnya membengkak (lengan, kaki, perut, wajah, dan leher) hingga merasa seakan-akan tubuhnya membesar seperti balon. Sebenarnya, membesarnya pada ukuran perut itu tergantung dan tipe tubuh dan bagaimana cara Anda menjalani kehamilannya. Untuk Ibu hamil yang berpostur tubuh tinggi dan besar mungkin perutnya terlihat kecil atau biasa saja. Namun, pada ibu hamli yang kecil ramping, perutnya bisa terlihat luar biasa besar. Ada pula yang merasa perutnya menonjol ke depan ataupun melebar ke samping. Jika selama hamil Anda merasakan cepat lapar dan sering makan yang berlebihan maka tubuh Anda dapat membesar dengan cepat. Meskipun demikian bila perut Anda tidak terlalu besar, belum tentu janin yang Anda kandung kecil. Demikian pula sebaliknya. Pada kunjungan ke dokter, dokter akan memastikan pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan Anda atau tidak.

Rambut Berminyak

Pada saat hamil, biasanya rambut Ibu hamil terasa lebih cepat berminyak atau lepek dibandingkan biasanya. Hal ini disebabkan, selama hamil produksi hormon estrogen semakin meningkat. Rawatlah rambut Anda dengan baik. Jika memang perlu, cucilah rambut lebih sering. Sekali waktu, Anda juga bisa melakukan creambath dan perawatan rambut di salon. Lalu, bagaimana dengan mengecat rambut sewaktu hamil? Berbahayakah bagi janin? Hingga sekarang tidak ditemukan bagaimana dampak negative pewamaan rambut pada janin yang dikandung ibu hamil. Namun, ada baiknya Anda tetap berhati hati. Jika ingin mewarnai rambut setidaknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda. Selain itu, Anda bisa memilih cat rambut dan bahan-bahan alami seperti tumbuhan. Untuk yang lebih aman, tunggulah hingga Anda melahirkan bayi Anda, barulah Anda bebas mengecat rambut.

Kepala Pusing

Pada saat hamil Anda perlu bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan mendadak kepala menjadi pusing atau tubuh seperti melayang. Ini terjadi karena perubahan hormon kehamilan terkadang menurunkan tekanan darah Anda. Bisa juga karena Anda mengalami dehidrasi atau penurunan kadar gula di dalam tubuh. Untuk mencegahnya, hindari melakukan gerakan mendadak dan cepat. Misalnya saat Anda akan duduk setelah berbaring di tempat tidur. Gerakkanlah tubuh Anda perlahan-lahan untuk mengubah posisi serta tetap jalani kehamilan dengan cara sehat.

Wasir

Sebagian ibu hamil mengalami wasir. Wasir adalah varises di vena (pembuluh darah balik). Pada ibu hamil wasir umumnya disebabkan meningkatnya progesterone dan tekanan rahim yang semakin lama semakin besar. Wasir dapat memicu timbulnya rasa gatal, nyeri bahkan pendarahan sehingga saat buang air besar terasa tidak nyaman. Untuk mencegahnya, hindari mengejan terlalu lama saat buang air besar dan jangan berlama-lama duduk di toilet. Selain itu, makanlah buah-buahan dan makanan yang mengandung banyak serat agar pencernaan Anda lancar.

Sakit Gigi

Bayangkan, banyak wanita yang menderita sakit gigi selama kehamilan mereka. Sementara itu, banyak dokter ahli kandungan tidak memperingatkan wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan gigi secara teratur sehingga wanita cenderung mengabaikan perawatan gigi selama kehamilan. Namun, seorang wanita hamil harus tahu bahwa memiliki infeksi di dalam mulut dapat menjadi ancaman bukan hanya untuk ibu, tetapi juga calon bayi. Infeksi mulut pada wanita hamil calon bayi. Infeksi mulut pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat rendah, keguguran pada trimester pertama atau menyajikan risiko berkembang gestational diabetes. 

Kehamilan bisa menyebabkan mengidam makanan dan ngemil terus-menerus sehingga dapat menimbulkan plak gigi penyebab masalah gusi dan kerusakan gigi. Beberapa dokter gigi merekomendasikan bahwa wanita hamil harus mendapatkan perawatan dan pembersihan gigi pada trimester kedua dan ketiga. Hampir setiap orang pernah merasakan sakit gigi, tidak terkecuali ibu Anda yang sedang hamil. Saat nyeri mulal menyerang, ingin sekali rasanya mengakhiri penderitaan dengan mencabut gigi. Apakah mencabut gigi ibu yang sedang hamil berbahaya? Lalu, bagaimana dengan anastesi yang disuntikkan ke gusi, tidakkah mengganggu janin? Memang, sebagian ibu hamil mencemaskan efek negatif dan mencabut gigi.  Ibu yang sedang hamil boleh mendapatkan tindakan untuk mencabut gigi dengan memperhatikan usia kehamilan. 

Bila usia kehamilan memasuki trimester pertama, sebaiknya pencabutan gigi tidak dilakukan dulu. Pada trimester pertama plasenta belum terbentuk sehingga jika terjadi peradangan bisa membahayakan janin. Sebaliknya, pada saat kehamilan trimester kedua dan ketiga harus mendapatkan penanganan serius bila sakit gigi. Ibu hamil perlu berhati-hati dengan gigi berlubang. Gigi yang berlubang besar kemungkinan akan menimbulkan infeksi. Infeksi ini bisa mendorong terjadinya kelahiran bayi premature karena gigi yang terinfeksi akan mengeluarkan zat-zat yang merangsang peradangan. Peradangan yang muncul ini secara otomatis akan menimbulkan kontraksi dan akhirnya proses kelahiran pun terjadi. Untuk masalah anastesi yang disuntikkan ke gusi sebelum mencabut gigi, Anda tidak perlu khawatir karena anastesi tidak menimbulkan efek negatif pada janin.

Sekian uraian tentang Perubahan Fisik dan Emosi selama Kehamilan. Baca juga artikel kehamilan lainnya tentang Cara Menghitung Hari Kelahiran Bayi, semoga bermanfaat.

Referensi: Panduan Super Lengkap Hamil Sehat - Dr. Suwignyo Siswosuharjo, Sp.OG., M.Kes., Fitrio Chakrawati, S. Sos.,MM. 

Cara Menghitung Hari Melahirkan Bayi

(Hamilsiana). Artikel cara mengitung hari melahirkan bayi ini sengaja kami susun untuk meberikan informasi tentang penentuan hari melahirkan yang tepat. Ibu hamil kadang bertanya "Bagaimana saya tahu kapan saya akan melahirkan?" Ini adalah salah satu pertanyaan penting yang kerap muncul di benak ibu hamil. Menghitung hari kelahiran calon bayi membutuhkan ingatan tentang hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda. Ada baiknya saat Anda merencanakan kehamilan, catatlah waktu haid Anda terjadi. Secara singkat hari kelahiran buah hati Anda adalah HPHT dikurangi tiga bulan kemudian ditambah tujuh hari. Setelah itu, tambahkan satu tahun. Gampangnya, hari plus 7, bulan minus 3, tahun plus 1. Seperti itulah hari perkiraan bayi Anda akan melihat dunia. Ada kalanya kita tidak ingat kapan mendapat haid terakhlr. Tidak mengapa, Anda bisa mengetahui perkiraan hari kelahiran dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan. 
Menghitung Hari Melahirkan
Menghitung Hari Melahirkan
Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) akan terlihat besarnya janin sehingga dokter kandungan bisa memperkirakan usia janin dan perkiraan waktu kelahirannya. Memang tidak selalu pas, mengingat terkadang ada janin yang besarnya tidak sesuai (bisa lebih besar ataupun lebih kecil) dengan usia kehamilan. Namun, setidaknya Anda mempunyai gambaran kapan hari perkiraan lahir (HPL) bayi Anda. Kehamilan berlangsung selama 40 minggu dihitung dan tanggal haid terakhir. Namun, bila buah hati Anda lahir dua minggu sebelum atau dua minggu sesudah perkiraan kelahiran, sudah dianggap cukup umur untuk dilahirkan.

Sekian uraian tentang Cara Menghitung Hari Melahirkan Bayi. Baca juga artikel kehamilan lainnya tentang Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil, semoga bermanfaat. 

Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil

(Hamilsiana). Posisi tidur terbaik untuk ibu hamil sangat penting untuk diketahui oleh para Ibu. Oleh karena, posisi tidur yang tidak tepat kadang menjadi sesuatu yang membuat Anda susah tidur. Padahal istirahat yang cukup sangat dibutuhkan untuk ibu hamil. Memang pada minggu-minggu awal kehamilan (trimester pertama) kehamilan tak akan menghalangi kenyaman tidur Anda. Posisi tidur apapun pada dasarnya cukup nyaman dan aman untuk Anda dan bayi Anda karena perut Anda belum terlalu besar. Pada trisemester awal ini, Anda bahkan masih bisa tidur dalam posisi tengkurap. Namun, ketika memasuki trisemester kedua dan ketiga perut yang sudah semakin membesar terkadang membuat posisi tidur Anda tidak nyaman. Selain itu. payudara yang membesar dan sensitif membuat tidur dengan posisi tengkurap tidak lagi nyaman. Sementara jika tidur dalam posisi terlentang sebagian ibu hamil merasa sesak napas, terutama bagi Ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan atau bagi ibu hamil yang mengandung bayi kembar.
Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil
Posisi Tidur Ibu Hamil
Ketika memasuki trisemester kedua dan ketiga tidur terlentang bukanlah posisi tidur terbaik untuk ibu hamil. Mengapa? Karena pada posisi ini beban di perut Anda akan tertumpu ke bagian belakang tubuh. Dikhawatirkan posisi ini meningkatkan resiko sakit panggang, wasir serta gangguan pernapasan dengan sirkulasi. Dengan posisi tidur terlentang Anda akan lebih sulit bernapas. meski demikian, sebenarnya Anda tak perlu khawatir terhadap janin di dalam rahim Anda. Janin tersebut tetap akan mendapatkan perlindungan yang cukup karena dilengkapi. dengan cairan ketuban yang membuatnya mengapung dan memiliki cukup ruang di dalam rahim. Cairan ketuban tersebut juga akan melindungi bayi Anda dan goncangan dan himpitan yang mungkin terjadi saat Anda tidur. Namun, ada baiknya Anda tetap berhati-hati memilih posisi tidur yang tepat. Lalu bagaimana posisi tidur yang dianjurkan untuk ibu hamil?

Posisi tidur terbaik untuk ibu hamil adalah tidur miring. Pada dasarnya tidur miring ke kiri atau ke kanan sama nyamannya. Menurut beberapa literatur, tidur miring ke samping kiri memberi manfaat optimal pada bayi Anda untuk memperoleh aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta. Hal ini karena terdapat vena atau pembuluh darah balik besar (vena cafa inferior) di bagian depan dan tulang belakang yang mengembalikan darah dan tubuh bagian bawah ke jantung. Posisi ini dapat membuat kerja ginjal membuang cairan dan tubuh ibu hamil bekerja cukup optimal sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki. Untuk itu, tidur dengan posisi miring ke samping kiri ketika kehamilan mencapai usia 16 minggu. Anda bisa menggunakan bantal atau guling untuk mengganjal punggung Anda selama Anda tidur dalam posisi miring. Tidur dalam posisi miring yang cukup lama dengan beban berat di perut terkadang membuat punggung pegal. Ada baiknya Anda mengganti posisi dan miring kiri ke kanan setiap kali Anda merasa pegal agar Anda merasa lebih rileks. Jika kaki Anda bengkak, angkatlah kaki Anda dan ganjal menggunakan bantal agar posisinya sedikit lebih tinggi. Ini berguna untuk memperlancar peredaran darah.

Sekian uraian tentang Posisi Tidur yang Tepat untuk Ibu Hamil. Baca juga artikel kehamilan lainnya tentang Panduan Gerakan Senam Hamil di Rumah, semoga bermanfaat. 

Panduan Gerakan Senam Ibu Hamil di Rumah

(Hamilsiana). Senam hamil dapat Anda ikuti di rumah sakit, klinik bersalin dan tempat-tempat lain memiliki fasilitas ini. Biasanya di tempat tempat tersebut kelas senam hamil dibimbing oleh instruktur yang sudah berpengalaman. Anda tidak harus terus menerus mengikuti kelas senam hamil ini karena senam hamil bisa dilakukan sendiri di rumah. Yang penting, kenakan pakaian yang longgar dan nyaman saat senam hamil. Selain itu, lakukan senam hamil ini dalam suasana tenang secara teratur. Jika Anda tahu caranya, maka senam hamil ini sebaiknya dilakukan di rumah untuk menjaga suasana tentang tersebut. Berikut ini panduan gerakan senam ibu hamil:

Gerakan Senam Hamil Pertama
gerakan senam hamil 1
Gerakan Senam Hamil 1
Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan ke depan. Tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat. Atau sandarkan punggung pada bantal dengan kemiringan sekitar 50° sedangkan kedua tangan diletakkan di samping badan. Tegakkan kedua telapak kaki hingga lutut menekan kasur. Lalu tundukkan telapak kaki beserta jari-jarinya. Ulangi gerakan ini beberapa kali. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, ke samping, tegakkan, begitu seterusnya. Putar kedua. Telapak kaki dibuka ke arah samping, diturunkan, dihadapkan, kembali ke posisi semula, dan begitu seterusnya. Gerakan ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan dan telapak kaki.

Gerakan Senam Hamil Kedua
gerakan senam hamil 2
Gerakan Senam Hamil 2
Tundukkan kepala dan badan di atas matras atau kasur. Buatlah posisi badan seperti merangkak, kedua lengan sejajar dengan bahu. Sejajarkan lutut dan panggul. Renggangkan kaki. Tolehkan kepala ke salah satu arah (kanan atau kin). Letakkan siku di atas matras atau kasur, hingga dada menyentuh kasur lalu geser siku kanan ke kanan dan siku kiri ke kiri. Lakukan gerakan ini minimal dua kali sehari setiap pagi dan malam masing-masing selama 10-15 menit. Gerakan ini berguna untuk membuat posisi janin yang sungsang berbalik menjadi kepala di bawah. Namun, jika bayi Anda sudah berada pada posisi kepala di bawah tidak ada salahnya tetap melakukannya untuk menjaga posisinya agar kepalanya tetap berada di bawah,

Gerakan Senam Hamil ketiga
gerakan senam hamil 3
Gerakan Senam Hamil 3
Letakkanlah tubuh di kasur atau matras dalam posisi terlentang tanpa menggunakan bantal. Tekuklah kedua lutut dan regangkan sedikit. Letakkan tangan di samping badan. Angkat panggul sedikit dan kerutkan pantat hingga posisi terlepas dan kasur. Kemudian turunkan perlahan, lepaskan kerutan setelah pantat sampai di bawah dengan sempurna. Ulangi enam kali setiap pagi dan enam kali setiap malam sebelum tidur. Gerakan ini berguna untuk mencegah timbulnya wasir saat mengejan ketika proses bersalin.

Gerakan Senam Hamil keempat
gerakan senam hamil 4
Gerakan Senam Hamil 4
Latihan ini merupakan latihan pernapasan yang terdiri dan tiga gerakan, yaitu pernapasan perut, pernapasan dada, pernapasan iga dan pernapasan panting. Untuk latihan pernapasan ini, selengkapnya akan kami bahas pada artikel yang berbeda.

Gerakan Senam Hamil Kelima
Gerakan Senam Hamil Kelima
Gerakan Senam Hamil 5
Tidurlah terlentang di atas kasur atau matras. Pakailah bantal tipis untuk menyangga kepala. Bengkokkan kedua lutut hingga paha dan betis membentuk sudut 45°. Kedua tangan disamping badan. Tundukkan kepala (dagu diarahkan ke leher) dan kerutkan pantat ke dalam sehingga terangkat dan kasur. Lalu kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang. Lemaskan kembali tarikan pantat hingga kembali pada posisi semula. Lakukan gerakan ini 15-30 kali setiap harinya. Semakin bertambah usia kehamilan. perut menjadi semakin besar. Kondisi yang demikian membuat perut seperti akan jatuh ke depan, sementara pantan jatuh ke belakang. Ini menyebabkan pegat-pegal di bagian pinggang, punggung dan lipatan paha. Latihan ini berguna untuk mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi pegal-pegal pada punggung, dan mengurangi sakit pinggang.

Gerakan Senam Hamil Keenam
Gerakan Senam Hamil Keenam
Gerakan Senam Hamil 6
Posisikan badan seperti akan merangkak. Kedua tangan diletakkan selebar bahu. Sedangkan kedua lutut sejajar dengan panggul. Arahkan kepala ke depan dan badan sejajar dengan matras. Tundukkan kepala, lengkungkan punggung, dan kempeskan perut hingga punggung melengkung ke atas. Dalam posisi seperti ini pantat tertarik ke atas. Lalu lemaskan badan dan kepala dan punggung kembali lurus seperti semula. Lakukan gerakan ini sebanyak enam kali dalam satu hari. Gerakan ini untuk menguatkan otot perut dan mencegah terjadinya perut gantung. Latihan ini juga meningkatkan energi bagi ibu untuk mengejan saat persalinan sehingga bayi terdorong keluar lebih cepat.

Gerakan Senam Hamil ketujuh
Gerakan Senam Hamil ketujuh
Gerakan Senam Hamil 7
Berdirilah dengan postur tubuh tegak di belakang sofa atau benda yang berat lainnya. Posisi kaki terbuka selebar 20 cm. Luruskan badan dengan pandangan ke arah depan. Peganglah sofa dengan jari-jari menghadap ke atas. Tundukkan kepala dan jongkoklah perlahan-lahan sementara tumit tetap menempel lantai. Saat pada posisi jongkok lemaskan bahu dan kempeskan perut. Lalu berdirilah kembali perlahan-lahan. Lakukan latihan ini sebanyak 6 kali dalam sehari. Latihan ini berguna untuk menguatkan otot betis agar tidak timbul kejang atau kram di betis.

Gerakan Senam Hamil kedelapan
Gerakan Senam Hamil kedelapan
Gerakan Senam Hamil 8
Latihan ini adalah latihan mengejan. Anda bisa melakukan latihan ini setelah usia kehamilan mencapai 36 minggu. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
  • Duduklah bersila sambil bersandar pada sebuah bantal. Letakkan kedua tangan dibagian dada dengan siku lemas.
  • Tarik dan keluarkan napas dan mulut terbuka sebanyak tiga kali.
  • Lalu tarik napas dengan mulut terbuka secara biasa dan keluarkan napas bunyi hingga keluar bunyi seperti lenguhan sebanyak tiga kali, Lakukan sebanyak tiga kali.
  • Tarik napas dalam dengan mulut terbuka, tahan hingga hitungan kesepuluh. Lalu keluarkan napas bunyi. Lakukan latihan ini sebanyak tiga kali. 
  • Lakukan latihan mengejan dengan cara sebagai berikut tarik napas dalam dengan mulut terbuka. Tundukkan kepala dan kempiskan perut. Lalu mengejanlah (seperti buang air kecil). Keluarkan napas bunyi.
Sekian uraian tentang Panduan Gerakan Senam Ibu Hamil. Baca juga artikel kehamilan lainnya tentang Cara Mendapatkan Anak Laki-laki, semoga bermanfaat.

Referensi: Panduan Super Lengkap Hamil Sehat - Dr. Suwignyo Siswosuharjo, Sp.OG., M.Kes., Fitrio Chakrawati, S. Sos.,MM.